PAMEKASAN, uim.ac.id – Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an 1441 H, Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan Sabtu sore kembali melaksanakan kegiatan Santunan anak yatim sekaligus buka bersama seluruh civitas akademika.  Kegiatan itu dipusatkan di Mushallah Al-Muttaqien UIM (9/5).

Disela sela acara,  Rektor UIM Ahmad, M. Pd menjelaskan kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin pada bulan Ramadhan, selain untuk memeriahkan Nuzulul Qur’an, kegiatan itu merupakan media silaturrahim antar civitas akademika dengan seluruh tokoh ulama dan masyarakat yang ada di lingkungan UIM.

“kegiatan ini dalam rangka menjalin silaturrahim dengan seluruh tokoh, utamanya para alim ulama dan tokoh masyarakat, sehingga UIM bisa semakin dekat dengan masyarakat”. Ujarnya.

Diakuinya,  UIM merupakan perguruan tinggi yang secara historis didirikan oleh pesantren, sehingga sepanjang perjalanannya pun tetap bernaung di bawah garis Pesantren. Untuk itu pihaknya akan berupaya melaksanakan kegiatan kegiatan yang selalu bernafaskan pesantren, seperti yang sedang digelar tersebut.

“UIM didirikan oleh para Ulama dari beberapa pesantren di Pamekasan, maka yang jelas kita akan selalu bernaung pada pesantren itu sendiri”. Jelasnya.

Karena dalam situasi pandemi, pihaknya menggelar acara itu dengan mengikuti protokoler kesehatan sesuai anjuran pemerintah, hal itu sebagai bentuk kometmen UIM untuk terus mendukung pemerintah dalam rangka memutus mata rantai covid-19.

“semua kita atur sesuai standart kesehatan dalam situasi pandemi, sebelum masuk semua peserta kita haruskan cuci tangan dan menggunakan Hand Sinitizer, memakai masker serta mengatur jarak peserta”. Pungkasnya.

Selain dihadiri oleh jajaran civitas akademika UIM,  acara tetsebut juga dihadiri oleh keluarga besar Yayasan Universitas Islam Madura yang notabeni merupakan majelis keluarga PP. Miftahul Ulum Bettet Pamekasan. Hadir juga sejumlah tokoh yang ada di sekitar kampus hijau UIM.

Santunan anak yatim menjadi acara inti dalam peringatan Nuzulul Qur’an tersebut, santunan diserahkan langsung oleh jajaran Masjelis keluarga Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet. Puluhan anak yatim diundang khusus untu menerima santunan. Acara kemudian diakhiri dengan buka bersama. (ham/die)