TINGKATKAN PRODUKTIVITAS, SKEMA RISET DI PERGURUAN TINGGI DISEDERHANAKAN

Lainnya
tingkatkan-produktivitas-skema-riset-di-perguruan-tinggi-disederhanakan-3urKMbNbXN
ilustrasi; skema riset di perguruan tinggi disederhanakan

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menyederhanakan skema riset di perguruan tinggi untuk meningkatkan produktivitas penelitian para peneliti di lembaga pendidikan tinggi tersebut.

“Mulai tahun 2017 ini skema riset disederhanakan agar mudah diakses peneliti dan membuka peluang baru untuk peneliti yang belum pernah bersinggungan dengan skema yang ada,” kata Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemristekdikti Muhammad Dimyati di Fakultas Geografi UGM Yogyakarta, baru-baru ini.

Sebelumnya, menurut dia, ada 17 skema penelitian yang terdiri atas riset dasar, riset terapan, dan riset pengembangan, kemudian direformulasi menjadi 14 skema penelitian.

Ia mengatakan, penyederhanaan skema riset itu untuk mendorong riset yang berorientasi inovasi dan invensi untuk meningkatkan daya saing bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

“Penyesuaian skema riset itu merupakan upaya untuk meningkatkan pencapaian indikator riset yakni publikasi, kekayaan intelektual, dan prototipe industri,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini publikasi internasional Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara anggota ASEAN lainnya. Indonesia berada di posisi keempat ASEAN di bawah Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Pada 2016, menurut dia, publikasi internasional Indonesia mencapai 9.989, dan pada 2017 harus lebih tinggi. Pada 2019, publikasi internasional Indonesia harus bisa menjadi juara ASEAN.

“Selain itu, Kemristekditi juga mendorong peningkatan capaian kekayaan intelektual meliputi hak cipta, merek, indikasi geografis, desain industri, tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang, paten, dan perlindungan varietas tanaman,” tuturnya. [*]

 

sumber; okezon.com