PAMEKASAN, uim.ac.id – Dalam rangka memperingati 10 Muharram (asyuro) 1441 H. Keluarga besar Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan bersama satuan lembaga di bawah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet menggelar santunan anak yatim, kegiatan tersebut dipusatkan di Mushallah Al-Muttaqin. (10/9).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Podok Pesantren Miftahul Uum Bettet, pimpinan lembaga di bawah naungan Pondok Pesantren  Miftahul Ulum Betet, para dosen dan karyawan di lingkungan UIM Pamekasan. Serta sejumlah tokoh masyarakat di sekitar kampus UIM Pmekasan.

Rektor UIM Ahmad, M.Pd dalam sambutannya mengatakan kegiatan santunan anak yatim merupakan agenda rutin tahuan yang sudah biasa digear oleh kampus UIM, hal itu semata-mata untuk membangun kepekaan sosial di kalngan civitas akademika UIM Pamekasan, sehingga bisa peduli terhadap sesama terutama anak yatim.

“dalam satu tahun kita menggelar santunan sebanyak dua kali, yaitu pada Bulan Ramadhan, dan 10 Muharram. Ini kita lakukan murni untuk mengasah kepekaan kita terhadap sesama, karena sebagai insan akademik kita juga dituntut untuk memiliki kepekaan sosial yang tinggi, terlebih kepada mereka yang membutuhkan”. Katanya.

Pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut nantinya para dosen dan guru di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Betet Pamekasan terus memiliki semangat berbagi dan mencitai anak yatim. Selain itu pihaknya juga berharap bahwa melalui kegiatan mulia tersebut, lembaga bisa mendapat barokah sehingga bisa memperlanar segala urusan akdemik dan non akademik.

“kami sangat senang karena kegiatan peringatan 10 Muharram tahun ini pertama kalinya digelar secara bersama-sama, antara semua lembaga di bawah naungan Pesantren, semoga ke depan kita akan semakin kompak mengabdi kepada pondok pesantren”. Pungkasnya.

Sementara itu, R.K. Abbas Zainul Arifin dalam ceramahnya menegaskan pentingnya mengayomi dan menyantuni anak yatim, hal itu sebagai wujud ibadah sosial umat manusia, selain itu penyantuni anak yatim juga dalam rangka mengharap barokah karena anak yatim menurutnya merupakan salah satu kelompok umat manusia yang disayangi oleh Nabi Muhammad. (ham/die)