DIMINTA PRODUKTIF MENELITI, DOSEN JUSTRU BANYAK PROTES

BeasiswaLainnya
diminta-produktif-meneliti-dosen-justru-banyak-protes-dbNYS42pxG
ilustrasi. sumber: okezon-kampus.com

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengaku sempat mendapat banyak protes lantaran mengeluarkan Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor. Pasalnya, berdasarkan kebijakan tersebut, guru besar dan lektor diminta untuk produktif meneliti dan menghasilkan publikasi secara rutin. Jika tidak, maka ada tunjangan yang dipangkas.

“Begitu Permenristekdikti itu keluar, besoknya langsung ada tulisan di koran yang ditulis oleh seorang profesor tentang peraturan itu,” tuturnya di Universitas Pakuan, Bogor, Kamis (30/3/2017).

Meski begitu, Nasir sempat bingung dengan artikel tersebut. Di akhir tulisan, lanjut dia, profesor tersebut meminta adanya penyegaran kembali bagi para guru besar tentang bagaimana menulis jurnal internasional.

“Pertanyaan saya, dulu bagaimana bisa menjadi guru besar tapi lupa cara menulis jurnal?” ucapnya di hadapan ratusan akademisi itu.

Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) itu mengungkapkan, secara terbuka menerima masukan dari berbagai pihak terkait kebijakan tersebut. Namun, dia berharap para guru besar dan lektor tak langsung merasa keberatan dan mampu menghadapi kesulitan dalam menghasilkan publikasi.

Sementara Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti, menambahkan bahwa telah melakukan berbagai sosialisasi dan penjelasan kepada para dosen. Di sisi lain, pihaknya juga memfasilitasi mereka agar produktivitas meningkat.

“Kami berusaha menjelaskan dan memahami. Juga memfasilitasi, seperti diaspora, insentif, profesor kelas dunia, dan beasiswa. Dalam peraturan juga kami dorong, disosialisasikan,” tukas Ghufron. (ira)

 

sumber: okezon-kampus.com