10 Muharram, UIM Gelar Khatmil Qur’an dan Santunan Anak yatim

BeritaKegiatan

PAMEKASAN, uim.ac.id – Dalam rangka menyemarakkan momentum 10 Muharram 1442 H. Keluarga besar Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Sabtu pagi menggelar kegiatan Khatmil Qur’an sekaligus santunan kepada sejumlah anak yatim, kegiatan itu dipusatkan di Mushallah Al-Muttaqien UIM Pamekasan. (29/8).

Rektor UIM Ahmad, M.Pd saat membuka acara itu menegaskan bahwa kegiatan 10 Muharram merupakan agenda rutin Universitas sebagai media untuk menjalin silaturrahiem sekaligus bertawassul kepada para pendiri lembaga.

“kita ingin ngambrih barokah dari para masyayiekh yang telah mendahului kita semua, semoga kita yang masih hidup selalu mendapat nikmat sehat serta sempat dalam menjalankan segala aktivitas” Katanya.

Pihaknya juga berharap, melalui momentum 10 muharram, seluruh civitas akademika selalu diberikan kekuatan untuk meningkatkan kadar kesalehan sosial kepada sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Seperti anak yatim dan kaum duafa.

Kegiatan peringatan 10 Muharram tersebut juga diisi dengan Kajian Nusantara oleh KH. Fauzan Zaini yang merupakan majelis keluarga PP. Miftahil Ulum Bettet, yang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Karang Durin Sampang.

KH. Fauzan dalam ceramahnya banyak mengulas hikmah asurah, diantaranya adalah diterimanya doa Nabi Adam setelah hampir 350 tahun berpisah dengah Siti Hawa karena melanggar larangan Allah yaitu memakan buah Huldi. Ampunan tersebut persis terjadi pada tanggal 10 Muharram.

“makanya dalam asura ini banyak kesunnahahn yang bisa kita lakukan, seperti mengusap anak yatim, berpuasa, bersilaturahim dengan ulama, perbanyak dzikir dan lain semacamnya. Semoga kita semua yang hadir bisa memperoleh baarkahnya 10 Muharram”. Pungkasnya.

Kegiatan tesebut dihadiri oleh segenap jajaran pimpinan UIM, para Dekan, serta seluruh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UIM, hadir juga perwakilan dari pondok Pesantren, Kepala MA dan MTs. Miftahul Ulum Bettet, serta puluhan anak yatim piatu yang sengaja diundang untuk menerima santunan dalam momentum tesrebut. (ham/die)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *