PAMEKASAN – Salah satu objek ancaman radikalisme adalah Lembaga Pendidikan, untuk itu sekolah perlu mawas diri dan terus melindungi peserta didiknya dari segala bentuk ancama radikalisme tersebut. agar masa depan peserta didik bisa terjamin dan selamat dari pelbagai paham ekstrim.

Penegasan itu disampaikan Rektor Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Ahmad, M.Pd saat membuka acara pelatihan Iptek bagi Masyarakat yang dilaksnakan oleh Lembaga Peneltian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) di Sekolah Menengah kejuruan (SMK) Miftahul Ulum Kebun Baru Palengaan, (26/07/2017).

Saat ini, kata Rektor, banyak aliran – aliran yang secara massif mulai masuk ke lembaga pendidikan, terutama pesantren-pesantren, hal itu jika tidak diantisipasi, maka bisa mengancam masa depan peserta didik.

“mari kita bentengi siswa siswa kita dari ISIS, HTI dan aliran-aliran lainnya”. ujarnya.

Upaya yang bisa dilakukan secara terstruktur, kata Rektor adalah dengan terus memperkenalkan siswa pada garus perjuangan Ulama bebasis Aswaja. karena menurtnya, garis ini jelas bisa menyelamtkan paham siswa dari berbagai ancaman dari luar.

“Terutama sekolah dan lembaga-lembaga yang berbasis NU, harus tetap berjalan dalam prinsip Aswaja NU”. tambahnya.

Pihaknya juga meminta kepada para tenaga pendidik, agar dalam setap kesempatan bisa mengulas sejarah perjuangan para ulama, baik dalam mengawal NKRI, termasuk dalam menjaga akidah umat. Hal itu, kata Rektor akan menjadi soslusi dari kian merbaknya gelombang radikalisasi. (*)


Reporter        : Badri

Editor             : Ahmad