PAMEKASAN, uim.ac.id – Salah seorang alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan Ustad Moh. Hasan, kembali menghibahkan puluhan examplar buku karangan Kiyai Ikhwan Marzuqi salah seorang cucu pejuang Nahdlatul Ulama Pamekasan kepada Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan. (6/1)

Penyerahan buku tersebut diterima langsung oleh Rektor UIM Ahmad, M.Pd di ruang Rektor, dengan disaksikan oleh para Wakil Rektor serta beberapa dosen dan karyawan UIM. Puluhan buku itu terdiri dari dua judul, yaitu Semua Tentang Diam terbitan Pustaka Sastra serta Mutiara Gramatika Bahasa Arab terbtan Kanaka.

Sebelumnya, pada pertengahan Juli 2019 lalu ustad Hasan juga menghibahkan puluhan examplar buku karangan Kiyai Ikhwan Marzuqi, buku tersebut terdiri dari beberapa judul yaitu Hati Tak Bertangga, Seni Menyembuhkan Luka Batin, dan 50 Things That Bring You To Succes, Spiritual Enlightenment, Inner Peace serta beberapa judul buku lainnya. Saat ini buku-buku tersebut sudah ada di Perpustakaan pusat UIM Pamekasan.

Tujuan dari penyerahan buku tersebut menurut Ustad Moh. Hasan adalah untuk menyambung ikatan silaturrahim kepada lembaga yang ada dibawah naungan PP. Mifathul Ulum Bettet. Dirinya sengaja menyerahkan buku-buku karangan cucu pejuang NU, karena UIM merupakan kampus yang berhaluan NU dan Aswaja Annahdliyah.

“saya sengaja menyerahakn buku-buku ini untuk menyambung silaturrahim sekaligus untuk mempertegas sanad keilmuan saya sebagai bagian daari keluarga besar Bettet yang notabeni adalah NU”. Kata pria yang saat ini menjadi pengusaha sukses di Jakarta.

Sementara itu, Rektor UIM menyambut gembira atas hibah buku dari alumni tersebut, menurutnya buku-buku itu nantinya akan dimasukkan ke Perpustakaan pusat UIM sehingga bisa menjadi bahan bacaan para mahasiswa dan seluruh dosen UIM.

“ini merupakan penghargaan luar biasa dari alumni Bettet kepada lembaga UIM. Buku-buku ini nanti akan kita teruskan ke perpustakaan, dengan harapana para mahasiswa dan dosen bisa membaca dan mengambil ilmu dari buku-buku tersebut”. Katanya.

“Alhamdulillah, dengan hadirnya buku-buku dari cucu pejuang NU Pamekasan ini, bisa menjadi penyemangat kami untuk terus memposisikan UIM sebaagai kampus Aswaja Annahdliyah, sekaligus untuk menyambung sanad kelimuan. Ini juga berkat kerjasama baik kami dengan Yayasan al-Jufri. Semoga kami mendapat barokah”. Pungkasnya.

Untuk diketahui, Kiyai Ikhwan Marzuqi merupakan putera dari KH. Marzuki Jufri, dan cucu dari KH, Jufri Marzuki Sumber Batu Larangan Pamekasan. KH. Jufri Marzuki adaalah sosok pejuang NU di Pamekasan. Kiyai Ikhwan Marzuqi sudah berhasil menyelesaiakn pendidikan Dokter di salah kampus ternama di kota Malang, dirinya saat ini menjadi tenaga kesehatan di Rumah Sakit haji Surabaya. (mad/yon)