PAMEKASAN, uim.ac.id – Ada yang beda dari kegiatan penutuan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2019, pasalnya penutupan KKN tersebut diisi dengan Kuliah Aswaja Annahdliyah dengan menghadirkan KH. Zainul Hasan, M.Ag selaku wakil ketua PCNU Pamekasan. (28/12).

Kegiatan yang ditempatkan di aula KH. Sirajuddin lantai III tersbut diikuti oleh seluruh peserta KKN tahun 2019, termasuk juga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta sejumlah dosen dan karyawan di lingkungan UIM Pamekasan.

Dalam sambutannya Rektor UIM Ahmad, M.Pd mengatakan, mahasiswa UIM harus memahami betul ajaran aswaja Annahdliyah, sehigga dalam keseharian seluruh kegiatannya bernafsakan aswaja, baik dalam segi pemikiran, ubudiyah termasuk gerakan sosial kemasyarakatan.

“UIM ini didirikan oleh para tokoh NU Pamekasan, maka menjadi keharusan bagi seluruh mahaiswa dan dosen untuk memahami ajaran aswaja Annahdliyah seklaigus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam kegiatan akademik di kampus”. Katanya.

Melalui kegiatan itu, pihaknya berharap para lulusan UIM nantinya bisa menyebar luaskan paham aswaja annahdliyah kepada masyarakat, sehingga alumni UIM tak hanya membawa bekal pengetahuan intelektual tapi juga menyampaikan dakwah yang berbais Aswaja Annahdliyah.

Semetara itu KH. Zainul Hasan dalam paparannya menegaskan bahwa ada beberapa  cirri-ciri aswaja yang sesungguhnya, diantaranya adalah kelompok yang menjadi mayoritas sepanjang masa, selain itu Kata KH. Zainul Hasan cirri aswaja adalah tidak mudah mengkafirkan orang lain.

“cirri-ciri ini yang kita temukan di Nahdlatul Ulama, makanya NU tetap konsisten mengajak tidak mengejek, termauk melakukan amar makruf dengan cara makruf, sakaligus nahi mngkar dengan cara makrruf pula”. Pungkasnya.

Untuk dikethaui, acara penutupan KKN 2019 tersebut itu juga dikemas dengan KKN award, di mana panitia menyerahan penghargaan kepada para peserta terbaik, kelompok terbaik serta para pencipta vedio dan profil desa terbaik. meteka diberikan piagam dan hadiah hiduran. (ham/die)