
PAMEKASAN, uim.ac.id – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Madura (UIM) pertama kalinya menggelar prosesi yudisium bagi mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI), Kamis (27/11/2025). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh 40 mahasiswa Prodi HKI dan 47 mahasiswa Prodi PAI. Seluruh peserta hadir dengan penuh kebanggaan atas capaian akademik yang telah ditempuh selama masa studi.
Acara yudisium turut dihadiri oleh Rektor, Dekan Fakultas Agama Islam, Kaprodi PAI dan HKI, serta seluruh dosen FAI Universitas Islam Madura dan orang tua dari masing-masing mahasiswa.
Kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian orasi ilmiah oleh Dr. K. Moh. Afiful Hair, M.Pd.I, yang memberikan pesan mendalam terkait peran insan sarjana dalam masyarakat modern.
Dalam orasinya, Dr. Afiful Hair menegaskan bahwa seorang sarjana memikul dua tanggung jawab besar: tanggung jawab ilmiah dan tanggung jawab akhlak. Ia menjelaskan bahwa ilmu yang barokah hanya dapat terwujud apabila diamalkan dan disebarkan, sebagaimana ajaran Imam Al-Ghazali yang menempatkan seorang berilmu layaknya matahari yang menerangi dirinya dan orang lain.
Selain itu, ia menekankan pentingnya akhlakul karimah sebagai tujuan hakiki pendidikan Islam, terutama di era digital yang sarat kemerosotan moral. Menurutnya, kesuksesan sejati bukan diukur dari jabatan atau harta, tetapi dari kebahagiaan yang lahir dari iman, takwa, dan istiqamah dalam berusaha.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Agama Islam, H. Atnawi, S.Ag., M.Pd. memberikan pesan menyentuh kepada seluruh peserta yudisium. Ia menegaskan bahwa keberhasilan setiap mahasiswa memiliki nilai tersendiri. “FAI tidak ada mahasiswa terbaik karena kalian semua yang terbaik,” ungkapnya, yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta. Kutipan tersebut menjadi penanda bahwa fakultas menjunjung tinggi keunikan dan usaha masing-masing mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Rektor Universitas Islam Madura H. Ahmad, S. Ag., M. Pd. dalam sambutannya turut memberikan dorongan kepada para lulusan untuk siap menghadapi tantangan dunia kerja serta tantangan moral di tengah masyarakat.
“Kami berharap para lulusan FAI mampu menjadi agen pencerahan dan membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin ke mana pun kalian melangkah,” tegas Rektor dalam pesannya.
Prosesi yudisium ditutup dengan penyerahan surat keterangan lulus, ucapan selamat dari para dosen, serta sesi foto bersama. Dengan berakhirnya kegiatan ini, para lulusan FAI UIM diharapkan mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh dan menjadi bagian dari generasi muda yang memberikan kontribusi nyata bagi agama, masyarakat, dan bangsa. (Ila)

