
Pamekasan — Mahasiswa baru Universitas Islam Madura (UIM) resmi menuntaskan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau PKKMB Visioner 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 3–5 September 2026.
Dengan tema “Generasi Ulul Albab: Merajut Adab Pesantren, Mengangkat Martabat Madura, Berinovasi untuk Umat”, kegiatan tersebut menjadi pintu masuk bagi mahasiswa dalam mengenal lingkungan akademik kampus.
Ketua Panitia PKKMB Visioner 2026, Aminullah Hamzah, M.Kom., menyampaikan bahwa tema kegiatan dirancang untuk meneguhkan tiga unsur penting dalam membentuk karakter mahasiswa sebelum benar-benar beradaptasi di lingkungan yang baru.
“Tema ini menjadi pijakan dalam membentuk karakter mahasiswa baru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki adab, memahami nilai-nilai budaya, dan mampu memberikan inovasi bagi kemaslahatan umat,” ujar Hamzah.
Tidak hanya dari sisi substansi, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan pembaruan melalui pemanfaatan teknologi. Sistem digital diterapkan dalam sejumlah kebutuhan kegiatan, termasuk ID card, presensi, dan pengamanan kendaraan peserta.
Sejalan dengan semangat tersebut, Rektor Universitas Islam Madura, Dr. H. Ahmad, S.Ag., M.Pd., menekankan bahwa perjalanan mahasiswa di perguruan tinggi harus menjadi proses yang menyatukan penguasaan ilmu dengan pembentukan karakter.
“Nilai-nilai kepesantrenan dan kemaduraan diharapkan tetap menjadi pijakan ketika mahasiswa mengembangkan wawasan serta menghadapi perubahan zaman. Sehingga, mahasiswa UIM harus mampu tumbuh sebagai insan yang berilmu sekaligus beradab.”
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam sesi sambutan yang ditayangkan dalam bentuk video, menegaskan pentingnya perguruan tinggi membentuk generasi dengan kompetensi yang utuh.
“Mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kedalaman ilmu, tetapi juga akhlak yang baik, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, cinta tanah air, dan daya saing global. Menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.”
Rangkaian PKKMB kemudian ditutup oleh Wakil Rektor I UIM, Dr. H. Muhammad Subhan, M.A. Dalam arahannya, ia mengingatkan mahasiswa baru untuk memahami UIM sebagai perguruan tinggi yang berada di bawah naungan pondok pesantren serta bisa menghayati konsep lima menara ilmu.
Berakhirnya seluruh rangkaian PKKMB menandai dimulainya perjalanan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Islam Madura.
Melalui PKKMB Visioner 2026, UIM berharap mahasiswa baru mampu memulai perjalanan akademiknya dengan fondasi ilmu dan adab yang kuat sekaligus memiliki kesiapan untuk menghadapi tantangan perubahan zaman dan membangun daya saing hingga tingkat global. (Faiz)

