
Pamekasan — Universitas Islam Madura (UIM) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat di Musholla Al-Muttaqin Universitas Islam Madura, Senin (31/8/2026), bertepatan dengan 18 Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Kegiatan tersebut dihadiri Dr. H. Ahmad, S.Ag., M.Pd., Rektor, Dr. H. Muhammad Subhan, M.A., Wakil Rektor I, Drs. H. Abdul Haris, M.Pd., Wakil Rektor II , Dr. H. Supandi, M.Pd., Wakil Rektor III, seluruh dosen dan pegawai Universitas Islam Madura.
Hadir pula, Ustadz Jamaluddin, S.Kom.,Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan beserta jajaran, Ustadz Syamsul Arifin, S.T., Kepala Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Bettet Pamekasan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah yang dipimpin Ustadz Jamaluddin, S.Kom., dilanjutkan pembacaan Surat Yasin oleh Ustadz Hariri, M.Pd., dan tahlil yang dipimpin Ustadz Suparto.
Suasana semakin khidmat saat rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan sholawat dan Mahallul Qiyam oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Al-Qaida Universitas Islam Madura.
Dalam sambutannya, Rektor UIM Dr. H. Ahmad, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum meneladani Rasulullah SAW.
Mengutip hadis “Innamā bu’itstu li utammima makārimal akhlāq”, Rektor menekankan bahwa Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Karena itu, nilai-nilai keteladanan Nabi perlu diwujudkan dalam kehidupan akademik maupun sosial.
“Peringatan Maulid Nabi ini merupakan ekspresi dari slogan UIM sebagai Kampus Lima Menara Ilmu, yang tidak hanya menekankan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia,” pesan Rektor.
Peringatan Maulid Nabi kali ini mendatangkan RKH. H. Hamid Amjad, M.Pd., Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasan, Proppo, Pamekasan.
Dalam tausiyahnya, RKH. H. Hamid Amjad menegaskan bahwa Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi budi pekerti. Kehadiran Nabi Muhammad SAW menjadi teladan utama yang diwujudkan melalui akhlakul karimah.
“Islam tidak hanya mengajarkan manusia beribadah kepada Allah, tetapi juga berperilaku dan memperlakukan sesama. Nabi Muhammad SAW,. telah memberikan contoh bahwa ilmu, akhlak, dan kehidupan sosial harus berjalan beriringan,” tuturnya.
Beliau mengingatkan pentingnya memberi perhatian terhadap kondisi moral generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman dan degradasi moral yang semakin kompleks.
Menurutnya, perkembangan tempat-tempat hiburan, termasuk merebaknya kafe yang tidak selalu memberikan ruang atau dukungan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, perlu diimbangi dengan penguatan budaya belajar.
Melalui peringatan Maulid Nabi ini, beliau mengajak civitas akademika UIM untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam mendukung tumbuhnya generasi berilmu dan berakhlak, serta kuat berpegang teguh pada nilai-nilai ajaran Islam.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan UIM tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin Drs. H. Abdul Haris, M.Pd., sekaligus mengakhiri kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Faiz)

