
SURABAYA, uim.ac.id – Forum Perguruan Tinggi (FPT) se-Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bertema “Sinergi Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan” di Graha Unesa, Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 3.000 peserta yang terdiri dari perwakilan berbagai universitas, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Universitas Islam Madura (UIM) turut menjadi salah satu peserta aktif dalam forum strategis ini. Kehadiran UIM menegaskan komitmennya untuk terlibat langsung dalam kolaborasi nasional demi memperkuat program pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Rakornas ini menjadi ruang diskusi penting untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi. Ketua FPT, Cak Nurhasan, menegaskan peran kampus sebagai agen perubahan.
“Perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga harus aktif berkontribusi dalam memecahkan masalah sosial melalui pengabdian masyarakat berbasis penelitian dan teknologi,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, peserta membahas strategi integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, program unggulan pemberdayaan seperti kewirausahaan sosial dan pelatihan keterampilan, kemitraan dengan pemerintah serta sektor swasta, hingga evaluasi dan inovasi untuk mengatasi tantangan program sebelumnya.
Rakornas ditutup dengan penyusunan rekomendasi aksi nasional, meliputi rencana pendampingan di desa binaan serta peluncuran platform digital untuk memantau kemajuan program.
Rektor Universitas Islam Madura, H. Ahmad, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan UIM dalam Rakornas FPT ini merupakan momentum strategis untuk memperluas jejaring kerja sama dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.
“Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui sinergi lintas perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha. Rakornas ini menjadi wadah untuk merumuskan strategi bersama, dan memastikan program Tri Dharma dijalankan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.
Partisipasi UIM diharapkan dapat memperkuat kontribusinya dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) sekaligus menjadi contoh praktik baik pemberdayaan masyarakat di wilayah Madura dan sekitarnya. (Ila)

