Bukan Sekadar Sholawat, Fakultas Teknik UIM Jadikan Keteladanan Rasulullah sebagai “Algoritma Kehidupan”

Berita
Bukan Sekadar Sholawat, Fakultas Teknik UIM Jadikan Keteladanan Rasulullah sebagai “Algoritma Kehidupan”

PAMEKASAN, uim.ac.id – Fakultas Teknik Universitas Islam Madura (UIM) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengangkat tema “Menjadikan Keteladanan Rasulullah SAW sebagai Algoritma Kehidupan”, Sabtu, (9/9/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Sirojuddin UIM lantai 3 tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengajak sivitas akademika meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan akademik maupun sehari-hari.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya, Mars UIM, dan Yalal Wathon. Suasana semakin khidmat melalui pembacaan sholawat dan Mahallul Qiyam oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Al-Qaida UIM.

Dalam prakata panitia, Suradi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap peringatan Maulid Nabi menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus amanah yang membawa nilai kebaikan.

Ketua BEM Fakultas Teknik UIM, Moh. Wakid, mengajak mahasiswa menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW yang diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UIM, Dr. Hozairi, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui sholawat, tetapi juga perlu tercermin dalam akhlak dan perilaku.

“Kita bersholawat karena berharap mendapatkan syafaat Baginda Nabi Muhammad SAW. Yakinlah, ketika kita senantiasa bersholawat, kecintaan kepada Rasulullah akan tumbuh dalam diri. Sholawat hendaknya menjadi pendamping dalam setiap langkah kita,” pesannya.

Pada acara inti, Dr. Bakir, M.T., menyampaikan mauidotul hasanah tentang keutamaan sholawat. Ia menegaskan bahwa sholawat merupakan bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW yang semestinya diikuti dengan upaya meneladani akhlak beliau.

“Kalau kita mengaku cinta kepada Nabi Muhammad SAW, maka kecintaan itu jangan berhenti di lisan. Sholawat harus membawa kita semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti akhlak Rasulullah” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan akhlak. Keteladanan Rasulullah SAW, menurutnya, dapat menjadi pedoman mahasiswa dalam belajar, berorganisasi, maupun berinteraksi dengan sesama.

Melalui peringatan tersebut, Fakultas Teknik UIM berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi algoritma kehidupan yang menuntun mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik dan sosial.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Dr. Miftahul Walid, S.Kom., M.T., sekaligus mengakhiri rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Fakultas Teknik UIM. (Faiz)

Tulis komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses