
PAMEKASAN, uim.ac.id – Universitas Islam Madura (UIM) dan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan menggelar Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Masyayikh dan Pendiri PP. Miftahul Ulum Bettet, Jumat (16/1/2026), bertempat di halaman Kampus Universitas Islam Madura.
Kegiatan yang digelar bersama dengan Majelis Sholawat Nariyah dan dimeriahkan dengan hadrah DNS Situbondo, cabang Camplong, Sampang ini dihadiri oleh Majelis Pengasuh dan wakil pimpinan serta asatidz Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pemaksaan, rektor dan sivitas akademika Universitas Islam Madura, penasehat dan pimpinan Majelis Sholawat Nariyah.
Kurang lebih 2.000 orang hadir memadati lapangan kampus UIM yang terdiri dari jemaah sholawat nariyah dan masyarakat umum khidmat mengikuti kegiatan yang digelar dengan tiga acara, yaitu: Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW., pembacaan Shalawat Nariyah, dan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pemaksaan
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pembukaan yang dipimpin oleh KH. Faishol Tohir. Suasana religius semakin terasa saat KH. Abdul Wahed Abdul Mughni memimpin pembacaan Shalawat Nariyah yang diikuti seluruh jamaah dengan penuh khusuk.
Dalam sambutannya, mewakili Majelis Pengasuh Pondok Pesantren PP. Miftahul Ulum Bettet Pamekasan, KH. Abbas Zainal Muttaqin, mengajak umat Islam untuk senantiasa menghadiri majelis kebaikan, khususnya majelis sholawat.
“Demi kebaikan, seperti pembacaan sholawat, ayo hadir meskipun tanpa diundang. Semoga dengan keberkahan sholawat, dosa-dosa kita dihapus oleh Allah SWT,” tuturnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Penasehat Jemaah Sholawat Nariyah, KH. Kholilurrahman, yang menekankan nilai riyadlah dalam tradisi pesantren.
“Santri dahulu, mereka tidak hanya mondok tetapi juga riyadlah, yaitu latihan menundukkan jiwa atas semua perintah guru dan kiai. Maka karena itulah ilmunya barokah,” jelasnya.
Puncak acara diisi dengan tausyiah, pembacaan shalawat mahallul bil qiyam, serta doa bersama yang dipimpin oleh KH. Abdul Qadir Muhammad. Dalam tausyiahnya, ia menegaskan pentingnya peringatan Isra Mikraj dan haul sebagai sarana mencari keberkahan.
“Pentingnya adanya peringatan dan haul seperti ini, kita mengharapkan aliran barokah yang bisa membimbing kita sehingga menjadi hamba Allah yang sholeh dan sholehah,” ungkapnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan tertib, penuh kekhusyukan, dan menjadi momentum mempererat silaturahmi antara civitas akademika UIM, pesantren, serta masyarakat luas. Selain sebagai peringatan peristiwa besar dalam sejarah Islam, acara ini juga menjadi wahana memperkuat nilai-nilai spiritual dan keberkahan melalui sholawat dan doa bersama. (Ila)

